2 Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional Kualitas penduduk tidak hanya berpengaruh pada pembangunan nasional seperti pada saat ini. Perkembangan pergerakan nasional bangsa Indonesia saat dulu juga sangat dipengaruhi oleh tingkat kualitas penduduk Indonesiapada waktu itu. Kita telah mempelajari tentang hakikat kualitas penduduk Indonesia.
TugasLaporan IPS Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional D I S U S U N Oleh : Ayu Putri 8 Bilingual 1 Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional Kualitas penduduk bukan hanya berpengaruh pada pembangunan nasional saat ini. Perkembangan pergerakan nasional bangsa Indonesia, juga sangat dipengaruhi oleh peningkatan kualitas penduduk Indonesia.
Kualitaspenduduk sangat terkait dengan kemampuan penduduk untuk mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, guna memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraannya. Indikator kualitas atau mutu sumber daya manusia dapat dilihat dari beberapa aspek seperti; pendapatan, tingkat pendidikan, dan tingkat kesehatan.
StrukturKekar (joint) yaitu pecahan batuan yang tidak mengalami pergerakan. Struktur kekar ini sangat intensif terdapat di formasi batuan andesit dan formasi andesit tua. Jumlah penduduk Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2010 adalah 389.854 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 2010-2020 adalah 1,12%. Sehingga didapatkan hasil proyeksi seperti
eXEph. Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional Indonesia Pernahkah kalian mendengar istilah kualitas penduduk? Kualitas penduduk berkaitan dengan kemampuan penduduk untuk mengolah serta memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus meningkatkan kesejahteraannya. Indikator kualitas atau dengan kata lain mutu sumber daya manusia, bisa dilihat dari beberapa aspek seperti misalnya tingkat pendidikan, pendapatan, dan tingkat kesehatan. Indikator dari tingkat kesehatan penduduk bisa dilihat dari angka kematian dan juga angka harapan hidup. Dalam hal ini angka kematian yang tinggi menggambarkan tingkat kesehatan penduduknya yang rendah, sementara angka harapan hidup yang tinggi mengambarkan bahwa tingkat kesehatan penduduk sangat baik. Disamping itu, tingkat kesehatan penduduk juga tidak serta merta bisa dilepaskan dari pendapatan penduduk itu sendiri. Semakin tinggi pendapatan penduduk, maka pengeluaran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan juga akan semakin tinggi. Selain itu juga, penduduk yang pendapatannya tinggi bisa menikmati makanan yang berkualitas yang memenuhi standar kesehatan. Sedangkan orang yang tingkat pendidikannya tinggi diharapkan mempunyai produktivitas yang tinggi pula jika dibandingkan dengan orang yang berpendidikan rendah. Lebih jauh, masalah kualitas penduduk juga bisa dilihat dari tingkat kemakmurannya. Walaupun Indonesia tidak termasuk ke dalam negara miskin, akan tetapi jumlah penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan masih cukuplah besar. Ada puluhan juta penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan menurut standar yang ditetapkan PBB. Tentu saja hal ini menjadi tanggungjawab bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mengentaskan kemiskinan ini. Apa hal yang mempengaruhi kualitas penduduk Indonesia? Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kualitas penduduk Indonesia, yaitu tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan kondisi kesehatan. Tingkat pendidikan merupakan potensi sumber daya manusia yang unggul. Sementara tingkat kesehatan mencerminkan kesejahteraan suatu negara. Sedangkan tingkat pendapatan yang tinggi akan sangat mempengaruhi upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat di suatu negara. Ketiga indikator ini saling mempengaruhi satu sama lain. Kita dapat melihat kualitas penduduk di sekitar tempat tinggal kita dengan mencari datanya di kantor kelurahan atau kecamatan. Kita dapat menemukan data-data pendidikan, kesehatan, dan tingkat pendapatan. Selain itu ada juga data tingkat buta huruf masyarakat, tingkat kesejahteraan berdasarkan rata-rata penghasilan masyarakat, dan tingkat pendidikan berdasarkan jenjang pendidikan yang ditamatkan. Dengan menggunakan tiga indikator yang telah disebutkan, kita dapat menilai bagaimana kualitas penduduk di sekitar tempat tinggal kita sendiri. Dalam bidang pendidikan, tinggi dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat akan turut menentukan tinggi rendahnya kualitas sumber daya masyarakat itu sendiri. Pendidikan yang baik ialah pendidikan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Contohnya, pada masyarakat maritim, pendidikan yang baik dan diperlukan adalah pendidikan kemaritiman, sementara pada masyarakat pertanian yang diperlukan adalah sekolah pertanian, dan sebagainya. Apabila kita berbicara mengenai kesehatan, kesehatan yang baik akan berdampak pada rakyat yang bisa bekerja secara optimal, dan biaya pengobatan dapat ditekan. Dalam hal ini kesehatan masyarakat yang baik akan berdampak langsung pada kinerja masyarakat itu sendiri. Salah satu cara untuk melihat tingkat kesehatan masyarakat ialah dengan melihat usia harapan hidup masyarakat. Dalam hal ini semakin tinggi usia harapan hidup suatu negara, maka itu artinya kesehatan masyarakat suatu negara semakin baik. Selain itu, tingkat pendapatan juga merupakan ukuran tingkat kesejahteraan suatu masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendapatan, maka akan semakin baik kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Semakin rendah angka kemiskinan di suatu negara, maka akan semakin makmur kehidupan masyarakat negara tersebut. Kualitas penduduk merupakan kunci keberhasilan pembangunan. Jumlah penduduk yang besar belum tentu akan berhasil membawa kemajuan suatu negara. Akan tetapi penduduk yang berkualitas bisa dipastikan akan mampu membawa kemajuan pada bangsa dan negara. Oleh karenanya kita sebagai bangsa Indonesia harus selalu berusaha meningkatkan kemampuan agar menjadi penduduk yang berkualitas. Hubungan Kualitas Penduduk dengan Pergerakan Nasional Kualitas penduduk bukan hanya berpengaruh pada pembangunan nasional pada masa ini. Melainkan perkembangan pergerakan nasional bangsa Indonesia pada masa penjajahan, juga sangat dipengaruhi oleh peningkatan kualitas penduduk Indonesia pada saat itu. Kata kuncinya adalah kualitas penduduk sangat berpengaruh terhadap pembangunan suatu bangsa. Perjuangan dalam pembangunan bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas penduduk Indonesia. Penduduk yang berkualitas akan senantiasa melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas pula. Dan pemimpin yang berkualitas akan mampu membawa bangsa dan negara menuju kejayaan. Pentingnya kualitas penduduk dalam perjuangan bangsa Indonesia bisa dilihat pada masa pergerakan nasional. Jika kalian mengetahui makna kebangkitan nasional dan pergerakan nasional Indonesia, maka kalian akan mengetahui bahwa salah satu pendorong lahirnya pergerakan nasional Indonesia ialah karena peningkatan kualitas penduduk di Indonesia pada saat itu. Berdasarkan indikator pendidikan, kualitas penduduk Indonesia pada masa penjajahan sangatlah rendah. Bahkan jumlah rakyat Indonesia yang bisa baca tulis sangatlah sedikit. Selain itu juga, kondisi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan juga sangat memprihatinkan. Dalam hal ini tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang rendah, mengakibatkan bangsa asing yang datang ke Indonesia mudah mengelabuhi bangsa Indonesia. Singkat cerita, pada awal abad XX, terjadi perubahan penting pada kualitas penduduk Indonesia. Perubahan ini terutama dalam bidang pendidikan. Dimana semakin banyak sekolah yang berkembang di Indonesia, begitupun semakin banyak kaum terpelajar Indonesia. Kelompok inilah yang pada akhirnya berperan besar pada pergerakan nasional Bangsa Indonesia pada masa itu. Pada intinya, semakin membaiknya kualitas pendidikan di Indonesia, turut menjadikan kualitas penduduk Indonesia semakin meningkat. Meningkatnya kualitas penduduk Indonesia ini berpengaruh langsung terhadap pergerakan kebangsaan Indonesia.
Segi positif yang paling dirasakan bangsa Indonesia adalah pendidikan. Semakin banyak orang Indonesia berpendidikan modern, yang kemudian memelopori gerakan pendidikan, sosial, dan politik. Pengaruh pendidikan inilah yang melahirkan para tokoh pemimpin pergerakan nasional adalah investasi peradaban. Melalui pendidikan akan tertanamkan pengetahuan dan kesadaran nasionalisme bangsa Indonesia. Secara bertahap, mulai masuk abad XX kesempatan memperoleh pendidikan bagi rakyat Indonesia semakin besar. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan baru pemerintah Hindia Belanda melalui Politik Etis. Kebijakan Politik Etis memungkinkan berdirinya sekolah-sekolah di berbagai daerah abad XX perkembangan pendidikan yang diselenggarakan swasta juga semakin banyak. Perkembangan pendidikan bukan hanya diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi juga oleh berbagai organisasi sosial dan keagamaan. Misionaris agama Kristen dan Katolik mendirikan berbagai sekolah di pusat-pusat penyebaran agama Kristen. Beberapa kota berkembang pendidikan berdasarkan keagamaan seperti Muhammadiyah, Persatuan Islam, Nahd latul Ulama, dan sebagainya. Sekolah kebangsaan juga tumbuh seperti Taman Siswa dan sekolah-sekolah yang didirikan organisasi sangat besar peranannya dalam menumbuhkembangkan nasionalisme. Pendidikan menyebabkan terjadinya transformasi ide dan pemikiran yang mendorong semangat pembaharuan masyarakat. Pada masa sekarang kamu harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas merupakan modal penting dalam masa pergerakan nasional dan pembangunan sekarang. Sampai saat ini masih ada sekitar 8,5 juta penduduk Indonesia masih buta huruf. Kita tahu, Angka Partisipasi Kasar APK tingkat SMP baru 70%. Sedangkan APK untuk tingkat SMU baru berkisar 60%. Angka partisipasi untuk perguruan tinggi lebih rendah lagi, yakni 18,7%. Jumlah mahasiswa di Indonesia baru berkisar 4,8 juta orang. Padahal, jumlah anak usia belajar di perguruan tinggi berkisar 25 juta orang. Dengan demikian, ada puluhan juta pemuda Indonesia yang terpaksa menjadi tenaga kerja murah atau pengangguran. Kamu dapat berpertisipasi meningkatkan kualitas pendidikan dengan menuntut ilmu setinggi-tingginya. Kamu juga dapat berperan memberantas buta huruf dan memperluas kesempatan pendidikan dengan menjadi guru di daerahdaerah perjuangan di berbagai daerah Bangsa Indonesia sadar berbagai penyebab kegagalan perjuangan kemerdekaan pada masa lalu. Salah satu penyebab kegagalan perjuangan tersebut adalah perlawanan yang bersifat kedaerahan. Kamu tentu ingat beberapa perjuangan bangsa Indonesia di berbagai daerah. Bagaimana seandainya para tokoh seperti Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Pattimura, Sultan Hasanuddin dan para tokoh lainnya bersatu mengusir penjajah? Tentu Belanda akan mudah abad XX, corak perjuangan bangsa Indonesia berubah dari yang bersifat kedaerahan, menuju perjuangan yang bersifat nasional. Bangsa Indonesia menemukan identitas kebangsaan sebagai pengikat perjuangan bersama. Paham kebangsaan atau nasionalisme telah tumbuh dan menjelma menjadi sarana perjuangan yang sangat kuat. Corak perjuangan nasional bangsa Indonesia ditandai dengan momentum penting yaitu diikrarkan Sumpah Pemuda 28 Oktober Senasib Sepenanggungan Perluasan kekuasaan Barat di Indonesia telah memengaruhi perubahan politik, ekonomi, sosial bangsa Indonesia. Tekanan pemerintah Hindia Belanda pada bangsa Indonesia telah memunculkan perasaan kebersamaan rakyat Indonesia sebagai bangsa terjajah. Hal inilah yang mendorong tekad bersama untuk menghimpun kebersamaan dalam pergerakan kebangsaan berbagai paham baru Paham-paham baru seperti pan-Islamisme, liberalisme, sosialisme, komunisme menjadi salah satu pendorong pergerakan nasional Indonesia. Paham-paham tersebut mengajarkan bagaimana langkah-langkah memperbaiki kondisi kehidupan bangsa Indonesia. Berbagai paham tersebut mempengaruhi berbagai organisasi pergerakan nasional Organisasi Etnik, Kedaerahan, Keagamaan Organisasi pergerakan nasional tidak muncul begitu saja. Awalnya yang berdiri di Indonesia adalah berbagai organisasi etnik, kedaerahan, dan keagamaan. Berbagai organisasi tersebut sering melakukan pertemuan hingga akhirnya muncul ide untuk mengikatkan diri dalam organisasi yang bersifat nasional. Bagaimana prosesnya?Organisasi etnik banyak didirikan oleh pelajar perantau di kota-kota besar. Mereka membentuk perkumpulan berdasarkan latar belakang etnis. Beberapa contoh misalnya Serikat Pasundan dan Perkumpulan Kaum Betawi dipelopori oleh M. Husni Thamrin. Selain berkembang organisasi etnik, muncul juga beberapa organisasi kedaerahan seperti Tri Koro Dharmo 1915, Jong Java 1918 Jong Sumatranen Bond 1917.Berbagai organisasi bernapaskan keagamaan pada awal abad XX sangat mempengaruhi perkembangan kebangsaan Indonesia. Beberapa organisasi bernapas keagamaan yang muncul pada masa awal abad XX misalnya Jong Islamiten Bond, Muda Kristen Jawi, Muhammadiyah, Nahd latul Ulama, PERSIS Persatuan Umat Islam, dan Al-Jamiatul wanita juga aktif berperan dalam berbagai organisasi baik organisasi sosial maupun politik. Peran serta perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan, telah ada sejak dahulu. Beberapa tokoh pejuang wanita zaman dulu adalah Kartini, Dewi Sartika, dan Maria Walanda Maramis. Kartini adalah putri Bupati Jepara Jawa Tengah yang memperjuangkan emansipasi persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan. Beliau mendirikan sekolah khusus untuk Lahirnya Organisasi Pergerakan Nasional IndonesiaMuseum Kebangkitan Nasional muskitnas-1Gedung tersebut merupakan gedung bekas STOVIA yang terletak di Jakarta dan sangat penting artinya bagi kebangkitan nasional Indonesia. Kebangkitan nasional yaitu masa kesadaran bangsa Indonesia untuk berjuang bersama-sama dalam mengusir penjajahan. Tentu kamu masih ingat mengapa tanggal 20 Mei selalu diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Tanggal 20 Mei 1908 merupakan hari lahir Boedi Oetomo Budi Utomo, organisasi modernis pertama di Indonesia. Bagaimana sejarah lahirnya Budi Utomo dan berbagai organisasi lainnya? Kamu akan menelusuri melalui uraian di bawah Utomo Pada awal abad XX sudah banyak mahasiswa di kota-kota besar terutama di Pulau Jawa. Sekolah kedokteran bernama STOVIA School tot Opleideing van Inlandsche Aartsen terdapat di Jakarta. Para tokoh mahasiswa kedokteran sepakat untuk memperjuangkan nasib rakyat Indonesia dengan memajukan pendidikan rakyat. Pada tanggal 20 Mei 1908 sebuah organisasi bernama Budi Utomo dibentuk di Jakarta. Ketua Budi Utomo adalah dr Sutomo, dan tonggak berdirinya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 dikenang sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh lain pendiri Budi Utomo adalah Gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan Ario Islam Suasana Pasar Klewer pada masa kiniGambar di atas menunjukkan suasana Pasar Klewer di Solo atau Surakarta Jawa Tengah. Pada masa penjajahan pasar tersebut telah ramai oleh para pedagang Indonesia, Arab dan Cina. Akibat dari persaingan yang tidak sehat antara pedagang pribumi dan pedagang Cina, pada tahun 1911 didirikan Serikat Dagang Islam SDI, oleh KH Samanhudi dan RM Tirtoadisuryo di Solo. Tujuan utama pada awalnya adalah melindungi kepentingan pedagang pribumi dari ancaman pedagang Cina. Saat itu para pedagang Cina banyak menguasai perdagangan pasar, sehingga menggeser para pedagang lokal yang kurang pendidikan dan Kongres di Surabaya tanggal 30 September 1912, Serikat Dagang Islam berubah menjadi Sarekat Islam. Perubahan nama dimaksudkan agar organisasi lebih terbuka anggota dan kegiatannya. Pada tahun 1913 Sarekat Islam dipimpin oleh Haji Umar Said Cokroaminoto. Sarekat Islam sangat menarik rakyat karena kegiatannya yang membela rakyat. Tahun 1915 jumlah anggota Partai Sarekat Islam sebanyak Tahun 1923 Sarekat Islam berubah nama menjadi Partai Sarekat Islam PSI yang bersifat nonkooperatif terhadap Belanda. Tahun 1927 Partai Sarekat Islam menetapkan tujuan pergerakan untuk Indonesia merdeka berasaskan Partij Indische Partij adalah partai politik pertama di Indonesia. Gambar menunjukkan para pendiri Indische Partij yang terkenal dengan sebutan tiga serangkai Douwes Dekker Danudirjo Setiabudi, Suwardi Suryaningrat, dan dr. Cipto Mangunkusumo. Indische Partij dideklarasikan tanggal 25 Desember 1912. Tujuan Indische Partij sangat jelas, yakni mengembangkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Keanggotaannya pun terbuka bagi semua golongan tanpa memandang suku, agama, dan pendiri IPPada tahun 1913 terdapat persiapan pelaksanaan perayaan 100 tahun pembebasan Belanda dari kekuasaan Perancis. Belanda meminta rakyat Indonesia untuk turut memperingati hari tersebut. Para tokoh Indische Partij menentang rencana tersebut. Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang dimuat dalam harian De Expres, dengan judul Als Ik een Nederlander was Seandainya aku orang Belanda. Suwardi mengecam Belanda, bagaimana mungkin bangsa terjajah Indonesia disuruh merayakan kemerdekaan penjajah. Pemerintah Belanda marah dengan sikap para tokoh Indische Partij. Akhirnya Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat ditangkap dan dibuang ke tahun 1913 terdapat persiapan pelaksanaan perayaan 100 tahun pembebasan Belanda dari kekuasaan Perancis. Belanda meminta rakyat Indonesia untuk turut memperingati hari tersebut. Para tokoh Indische Partij menentang rencana tersebut. Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang dimuat dalam harian De Expres, dengan judul Als Ik een Nederlander was Seandainya aku orang Belanda. Suwardi mengecam Belanda, bagaimana mungkin bangsa terjajah Indonesia disuruh merayakan kemerdekaan Belanda marah dengan sikap para tokoh Indische Partij. Akhirnya Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat ditangkap dan dibuang ke Indonesia PI Semula bernama Indische Vereeniging, didirikan oleh orang-orang Indonesia di Belanda tahun 1908. Pada tahun 1922 Indische Vereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging dengan kegiatan utama politik. Tahun 1925 berubah menjadi Perhimpinan Indonesia PI. Nama majalahnya Hindia Putra, berubah menjadi Indonesia Merdeka. Mohammad Hatta salah satu tokoh Perhimpunan IndonesiaTujuan utamanya adalah Indonesia merdeka, memperoleh suatu pemerintahan Indonesia yang bertanggung jawab kepada seluruh rakyat. Tokoh-tokoh Perhimpunan Indonesia adalah Mohammad Hatta, Ali Sastroamijoyo, Abdulmajid Joyoadiningrat, Iwa Kusumasumantri, Sastro Mulyono, Sartono, Gunawan Mangunkusumo, dan Nazir Datuk Nasional Indonesia PNI Partai Nasional Indonesia PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung, dipimpin Ir Sukarno. Tujuan Partai Nasional Indonesia adalah Indonesia Merdeka, dengan ideologi nasionalisme. Partai Nasional Indonesia mengadakan kegiatan konkret baik politik, sosial maupun ekonomi. Organisasi ini terbuka dan revolusioner, sehingga PNI cepat meraih anggota yang banyak. Pengaruh Sukarno sangat meresap dalam lapisan masyarakat. Keikutsertaan Hatta dalam kegiatan politik Sukarno semakin membuat Partai Nasional Indonesia sangat kuat. Bung Karno salah satu tokoh Partai Nasional Indonesia, beliau pernah dipenjara dan diasingkan oleh Belanda ke Digul dan SumatraKegiatan politik Partai Nasional Indonesia dianggap mengancam pemerintah Belanda, sehingga para tokoh Partai Nasional Indonesia ditangkap dan diadili tahun 1929. Sukarno, Maskoen, Gatot Mangkupraja, dan Supriadinata diadili Belanda. Dalam pembacaan pembelaannya Sukarno memberi judul Indonesia Menggugat. Sukarno dan kawan-kawan dihukum penjara. Tahun 1931 Partai Nasional Indonesia dibubarkan, kemudian Sartono membentuk Partindo. Selain itu Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir mendirikan organisasi Pendidikan Nasional Indonesia. Para tokoh partai tersebut kemudian ditangkap Belanda dan diasingkan ke Digul, nasionalis mencoba menggunakan Volksraad sebagai media perjuangan nasional. Tujuannya memperkuat wakil-wakil bangsa Indonesia, tahun 1930 M. Husni Thamrin membentuk Fraksi Nasional. Pada tahun 1936, seorang anggota Volksraad, Sutarjo mengajukan petisi yang menuntut kemerdekaan Indonesia berangsur-angsur dalam 10 tahun. Petisi ini kemudian dikenal Petisi Sutarjo. Petisi tersebut ditolak Belanda dengan alasan bangsa Indonesia belum siap untuk pejuang pergerakan nasional kecewa dan harapan kepada Volksraad tidaklah besar. Pada tahun 1939 dibentuk federasi/gabungan dari beberapa organisasi politik yang disebut Gabungan Politik Indonesia GAPI. Semboyan GAPI yang terkenal adalah “Indonesia Berparlemen”.
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan artikel tentang Materi IPS SMP Kelas 8 Jumlah Penduduk Indonesia berdasarkan sesus tahun 1961, tahun 1971, tahun 1980, tahun 1990, tahun 2000, tahun 2010 dan Pertumbuhan Penduduk Indonesia. Peta Konsep Jumlah dan Pertumbuhan, Komposisi, serta Persebaran dan Migrasi Penduduk Pada peta konsep di atas, tampak bahwa dinamika kependudukan dan pembangunan nasional mencakup 1 jumlah dan pertumbuhan penduduk, 2 komposisi penduduk, 3 persebaran dan migrasi penduduk, 4 kualitas penduduk dan pembangunan, dan 5 pergerakan nasional. Pada artikel ini kita akan membahas tentang Komposisi Penduduk Indonesia. Komposisi Penduduk Indonesia Pengertian komposisi penduduk adalah pengelompokan atau susunan penduduk suatu negara atau suatu wilayah berdasarkan kriteria- kriteria tertentu. Contoh komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan usia, jenis kelamin, mata pencaharian, agama, pendidikan, bahasa, tempat tinggal, jenis pekerjaan, dan lain-lain. Komposisi penduduk diperlukan dalam suatu negara karena dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ataupun penentuan kebijakan dalam pelaksanaan pembangunan. Gambaran mengenai komposisi penduduk perlu dikaji atau dipelajari karena berbagai alasan, antara lain, karena setiap penduduk pasti memiliki usia dan jenis kelamin yang berbeda sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda pula. Pemerintah dapat merancang kegiatan atau perencanaan yang benar-benar sesuai dengan kemampuan penduduk. Pemerintah juga dapat menata kebutuhan sarana dan prasarana kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang disesuaikan dengan kebutuhan penduduknya. Oleh karena itu, dengan mengetahui komposisi penduduk, dapat dibuat pertimbangan yang logis, matang, dan bermakna sehingga tidak menimbulkan adanya kesalahan dalam pengambilan keputusan ataupun penenentuan kebijaksanaan dalam pelaksanaan pembangunan. Berikut ini akan dijelaskan mengenai komposisi penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin. a. Komposisi Penduduk Indonesia Berdasarkan Usia Komposisi penduduk berdasarkan usia dapat dibuat dalam bentuk usia tunggal, seperti 0, 1, 2, 3, 4, sampai 60 tahun atau lebih. Komposisi penduduk dapat juga dibuat berdasarkan interval usia tertentu, seperti 0–5 usia balita, 6–12 usia SD, 13–15 usia SMP, 16–18 usia SMA, 19–24 usia Perguruan Tinggi, 25–60 usia dewasa, dan >60 usia lanjut. Selain itu komposisi penduduk juga dapat didasarkan terhadap usia produktif dan usia nonproduktif, misalnya usia 0–14 usia belum produktif, 15–64 usia produktif, dan usia >65 tidak produktif. Contoh penggunaan data komposisi penduduk berdasarkan usia adalah dalam perencanaan program Wajib Belajar Wajar. Dengan mengamati dan menganalisis jumlah penduduk tiap-tiap kelompok usia maka dapat diketahui berapa jumlah anak yang harus bersekolah, sarana dan usia prasarananya, berapa jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan tersebut, berapa jumlah sekolah yang dapat melayani kegiatan belajar mengajar, dan lain-lainnya. Contoh berdasarkan usia produktif dan usia non-produktif, yaitu dalam perencanaan pembangunan nasional. Dengan mengetahui jumlah penduduk tiap tingkatan usia maka dapat dirancang bentuk dan arah pembangunan, apakah akan dikembangkan pembangunan yang padat modal atau padat karya. Data komposisi penduduk berdasarkan usia juga dapat digunakan menghitung kebutuhan serta cadangan pangan nasional. Komposisi penduduk berdasarkan usia produktif dan nonproduktif dapat digunakan untuk menghitung angka ketergantungan dependency ratio. Angka ini penting diketahui karena dapat memperkirakan beban tiap penduduk nonproduktif untuk menopang kebutuhan hidupnya. Permasalahan dalam komposisi penduduk lainnya adalah apabila jumlah penduduk dengan usia di bawah 15 tahun dan usia di atas 65 tahun jumlahnya lebih besar dibandingkan penduduk dengan usia produktif 15-65 th. Hal tersebut dapat menyebabkan penduduk usia produktif menanggung hidup seluruh penduduk usia nonproduktif. Penduduk usia produktif akan terbebani oleh penduduk yang tidak berkualitas untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi mereka sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Semakin besar angka ketergantungan, akan semakin besar pula beban penduduk dalam menopang kehidupan dan akan mempengaruhi komposisi penduduk. Hal ini biasanya terjadi di negara berkembang dan terbelakang, dimana angka ketergantungan umumnya masih besar. Artinya jumlah penduduk usia non produktif jumlahnya masih besar, sehingga penduduk usia produktif harus menanggung kehidupan penduduk usia non produktif yang jumlahnya lebih banyak. Sebaliknya, jika semakin kecil angka ketergantungan, akan semakin kecil pula beban dalam menopang kehidupan penduduk usia nonproduktif. Selanjutnya perhatikan diagram angka ketergantungan penduduk Indonesia tahun 2004 – 2012 pada gambar berikut. Sumber Pada peta konsep di atas, tampak bahwa dinamika kependudukan dan pembangunan nasional mencakup 1 jumlah dan pertumbuhan penduduk, 2 komposisi penduduk, 3 persebaran dan migrasi penduduk, 4 kualitas penduduk dan pembangunan, 5 pergerakan nasional. Pada artikel ini kita akan membahas tentang Jumlah Penduduk dan Pertumbuhan Indonesia. A. JUMLAH PENDUDUK Terkait dengan dinamika kependudukan dalam pembangunan nasional, pertanyaan yang pertama kali muncul biasanya adalah berapakah sebenarnya jumlah penduduk Indonesia saat ini? Jumlah penduduk suatu negara misalnya Indonesia, atau penduduk di suatu wilayah selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu karena pertumbuhan penduduk pada wilayah tersebut. Sebagai contoh, hasil sensus penduduk yang pertama kali diadakan di Indonesia pada tahun 1930, ketika kita masih berada di bawah penjajahan Belanda, penduduk nusantara hanya berjumlah 60,7 juta jiwa. Dari Grafik di atas dapat diketahui bahwa jumlah penduduk Indonesia berdasarkan Sensus Penduduk Sensus Penduduk ke Tahun Jumlah Penduduk 1 Pertama 1961 97,1 juta jiwa 2 Kedua 1971 119,2 juta jiwa 3 Ketiga 1980 146,9 juta jiwa 4 Keempat 1990 78,6 juta jiwa 5 Kelima 2000 205,1 juta jiwa 6 Keenam 2010 237,6 juta jiwa Materi pendukung Hasil Sensus Penduduk Indonesia Tahun 2010 Indonesia termasuk negara dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk yang besar dan berpenduduk banyak. Indonesia juga terdiri atas ribuan pulau, beragam budaya, ratusan suku, dan ratusan bahasa daerah. Hal ini pula yang menjadi keunggulan Indonesia dilihat dari segi kependudukannya. Pada tahun 2013, Indonesia tidak memiliki kegiatan pemutakhiran data penduduk, karena biasanya sensus diadakan setiap 10 tahun sekali. Namun dengan menggunakan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia, diperkirakan jumlah keseluruhan penduduk Indonesia pada tahun 2013 sebesar 250 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,49% per tahun. Keadaan jumlah penduduk sebesar itu, tentu memerlukan perhatian yang besar dari pemerintah/negara atau lembaga terkait untuk dapat memenuhi kebutuhan penduduknya, agar jumlah penduduk yang besar ini dapat berperan sebagai sumber daya pembangunan di tanah air. Jumlah penduduk di setiap wilayah/provinsi maupun pulau juga berbeda-beda, demikian juga dengan angka pertumbuhan yang berbeda pula. Pertumbuhan penduduk Indonesia semakin tahun semakin bertambah jumlahnya. Jumlah penduduk Indonesia mengalami kenaikan dari tahun 1971 sampai tahun 1980 sebanyak jiwa 23,72%. Secara keseluruhan rata-rata kenaikan jumlah penduduk setiap 10 tahun hampir mencapai 20%. Perlu diketahui bahwa menurut perkiraan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, jumlah penduduk Indonesia akan menjadi 250 juta jiwa pada tahun 2014 dengan pertumbuhan penduduk 1,49 persen per tahun. Salah satu penyebab bertambahnya jumlah penduduk adalah tingginya tingkat kelahiran. Jumlah penduduk yang begitu besar di Indonesia menjadi permasalahan serius terutama di daerah perkotaan. Karena semakin besar jumlah dan pertumbuhan penduduk, semakin banyak pula permasalahan yang dihadapi oleh suatu daerah. Sebagai contoh dengan pertambahan jumlah penduduk tentu harus dibarengi dengan penambahan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Pengendalian jumlah penduduk perlu dilakukan oleh pemerintah, supaya negara dapat membuat perencanaan pembangunan yang baik. Salah satu tahapan dalam pengendalian jumlah penduduk adalah harus diawali dengan mengetahui jumlah dan pertumbuhan penduduk. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui berdasarkan sensus penduduk yang biasanya diadakan setiap 10 tahun sekali. Sensus penduduk cacah jiwa adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka pengumpulan, pengolahan, penyajian dan penyebarluasan data kependudukan. Dari hasil sensus tersebut, diperoleh data jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun, atau dari dasawarsa 10 tahun ke dasawarsa berikutnya. Informasi tentang jumlah dan pertumbuhan penduduk di suatu wilayah tentu sangat diperlukan untuk merancang pembangunan. Bertambahnya jumlah penduduk berakibat pada menjadi semakin sempitnya kesempatan memperoleh pekerjaan. Keadaan tersebut dapat memicu terjadinya kemiskinan. Informasi tentang jumlah dan pertumbuhan penduduk Indonesia secara menyeluruh sangat diperlukan untuk menetapkan prioritas pembangunan nasional. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan akibat jumlah dan pertumbuhan penduduk Indonesia yang besar dapat dilakukan adalah dengan menciptakan lapangan kerja yang luas. Siapa yang harus menciptakan lapangan kerja? Tentu saja pemerintah bersama-sama dengan masyarakat. Suatu ketika kalian harus mampu menciptakan lapangan kerja, sehingga bisa berpartisipasi memberantas pengangguran. Karena itu kalian harus latihan berwirausaha sejak sekarang. Kita telah mempelajari jumlah dan pertumbuhan penduduk Indonesia. Jumlah penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun selalu meningkat dan bertambah banyak. Kita dapat memperkirakan bagaimana jumlah penduduk Indonesia 10 tahun yang akan datang, bahkan 50, atau 100 tahun yang akan datang. Bagaimana caranya? Salah satu cara mudah untuk mengetahui jumlah penduduk pada masa yang akan datang adalah dengan melihat statistik angka pertumbuhan penduduk dari waktu ke waktu. Dengan melihat pertumbuhan penduduk setiap periode, kita dapat memperkirakan bagaimana jumlah penduduk pada waktu yang akan datang. B. PERTUMBUHAN PENDUDUK Mengapa terjadi pertumbuhan penduduk? Pertumbuhan penduduk terjadi disebabkan oleh pertambahan atau pengurangan jumlah penduduk akibat adanya kelahiran natalitas, kematian mortalitas, dan perpindahan penduduk migrasi. Kelahiran dan kematian merupakan faktor pertumbuhan alami, adapun perpindahan penduduk merupakan faktor pertumbuhan non alami. 1 Pertumbuhan penduduk alami Pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari hasil selisih tingkat kelahiran dengan kematian dalam satu tahun disebut pertumbuhan penduduk alami. Pertumbuhannya dinyatakan dalam perseribu. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Indonesia Kejadian paling sederhana dapat kita lakukan dengan melakukan pengamatan penduduk di lingkungan kita. Dalam satu tahun, berapa terjadi kelahiran, dan berapa terjadi kematian? Misalkan, pada saat ini jumlah penduduk di kampungmu 1000 orang, maka dengan menghitung selisih jumlah kelahiran dan kematian maka kita akan menemukan angka pertumbuhan penduduk di kampungmu. Contoh, jumlah bayi yang lahir 40, penduduk yang meninggal dunia 20. Maka dengan menggunakan rumus di bawah ini pertumbuhan penduduk di kampung adalah 40-20 perseribu, atau 20 perseribu atau 2%. Adapun perhitungannya dapat digunakan rumus P=L–M P = Pertumbuhan penduduk L = Lahir M = Mati 2 Pertumbuhan penduduk non alami Pertumbuhan penduduk non alami diperoleh dari selisih penduduk yang melakukan imigrasi migrasi masuk dengan emigrasi migrasi keluar. Pertumbuhan penduduk non alami disebut juga dengan pertumbuhan penduduk karena migrasi. Perhitungan penduduk non alami dapat digunakan rumus sebagai berikut P=I–E P = Pertumbuhan penduduk I = Imigrasi E = Emigrasi 3 Pertumbuhan penduduk total Pertumbuhan total adalah pertumbuhan penduduk yang dihitung dari selisih jumlah kelahiran dengan kematian ditambah dengan selisih dari pertumbuhan non alami. Perhitungan penduduk total dapat menggunakan rumus sebagai berikut P = L – M + I – E P = jumlah pertumbuhan penduduk dalam satu tahun L = jumlah kelahiran dalam satu tahun M= jumlah kematian dalam satu tahun I = Imigrasi E = Emigrasi Laju pertumbuhan penduduk total di Indonesia tidak terlalu banyak berbeda dengan laju pertumbuhan penduduk alami, karena migrasi baik imigrasi maupun emigrasi jumlahnya tidak begitu banyak sehingga pengaruhnya sangat kecil dan dapat diabaikan. Pertumbuhan penduduk biasanya dinyatakan dengan angka persen % dan biasanya diperhitungkan untuk jangka waktu satu per setiap tahun. Istilah lain yang sering disamakan dengan pertumbuhan penduduk yaitu pertambahan penduduk. Perbedaannya adalah untuk pertambahan penduduk besarannya dinyatakan dengan angka tertentu sedangkan pertumbuhan penduduk dinyatakan dalam persen %. Kelahiran dan kematian adalah faktor utama pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, kualitas lingkungan hidup, dan pendidikan. Kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan kesadaran tentang kesehatan melalui proses pendidikan. Lingkungan yang kurang terawat, limbah pabrik yang sudah di atas ambang batas wajar, permukiman yang kumuh, selokan yang tidak terawat dan sebagainya merupakan penyebab datangnya berbagai penyakit. Hal tersebut dapat berdampak pada angka kematian suatu daerah yang dapat menyebabkan pertumbuhan penduduk negatif. Negara Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar karena jumlah penduduk Indonesia setiap tahun bertambah. Hal tersebut mendorong agar negara Indonesia terus giat meningkatkan kualitas penduduk. Pendidikan merupakan cara yang cocok dan paling strategis untuk meningkatkan kualitas penduduk Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 tercatat 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,49 %. Jika laju pertumbuhan penduduk tetap pada angka 1,49 %, maka pada 2045 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 450 juta jiwa. Pertumbuhan penduduk yang terjadi pada tahun tersebut jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan ideal untuk Indonesia yakni sebesar 0,5%. Jumlah penduduk Indonesia di Tahun 2014 peringkat 4 jumlah penduduk dunia Berkaitan dengan keadaan jumlah dan pertumbuhan penduduk Indonesia jika dibandingkan dengan keandaan penduduk di negara-negara lain, Indonesia masih masuk posisi 5 besar negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia Berdasarkan data dari Departemen Perdagangan AS. Indonesia berada di nomor 4 bersaing dengan negara Brasil di posisi ke-5. China masih menguasai dunia dengan jumlah populasi terbanyak saat ini. China menempati posisi pertama dengan jumlah populasi yang mencapai 1,355 miliar. India berada diposisi kedua dengan memiliki jumlah penduduk mencapai 1,236 miliar. AS masih berada di posisi ketiga dari peringkat negara dengan jumlah penduduk terbanyak dengan jumlah penduduknya yang mencapai juta. Indonesia berada di peringkat keempat dengan jumlah penduduk mencapai 253,60 juta jiwa dan disusul Brasil yang mencapai jumlah penduduk sebesar 202,65 juta jiwa. Jumlah penduduk Indonesia Tahun 2015 Jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan terus bertambah sehingga diproyeksikan pada tahun 2015 penduduk Indonesia berjumlah 255 juta jiwa hingga mencapai 305 juta jiwa pada tahun 2035 referensi Demikian artikel tentang Materi IPS SMP Kelas 8 Jumlah Penduduk Indonesia berdasarkan sesus tahun 1961, tahun 1971, tahun 1980, tahun 1990, tahun 2000, tahun 2010 dan Pertumbuhan Penduduk Indonesia. Semoga bermanfaat...