7392 Cara Memandikan Keris di Malam Satu Suro ā Keris merupakan salah satu pusaka asli Jawa yang dijadikan benda antik nan bertuah. Jaman sekarang keris tidak lagi menjadi pegangan dalam perang namun menjadi pegangan dalam melakoni kehidupan ini. Keris menjadi āagemanā atau pegangan para pejabat dalam mempertahankan jabatannya, pangkat
Semasapembelajaran tentang keris dengan guru saya dahulu, banyak beliau menceritakan tentang aspek ketelitian pembuatan keris lama. Jadi dalam fikiran saya bagaimanakah alatan mereka dahulu gunakan. Pembuatan keris baru sudah pastinya kita meneliti dan melihat serba sedikit dengan tukang yang berada di tempat kita.
SebagaiRaja penuh kewibawaan Prabu Siliwangi ingin mempunyai sebilah pusaka tidak tertandingi dari segi kesaktian dan keartistikan nya. Oleh sebab itu beliau memanggil Empu Welang dan empu gandring untuk membuatkan keris yang dimaksud. Simpelnya sesudah mendengar kemauan Sang Raja Empu Welang memberikan anjuran supaya Sang Prabu
BesiAmbal, adalah besi yang berwarna kebiruan agak kemerahan, yang konon berasal dari batu gunung. Kalau dijentik, bunyinya ambrengengeng bergetar. Jika dipakai sebagai bahan pembuatan keris, besi withal ampuh dan bisa `menarik pusaka lainnya. Besi Tumpang, adalah besi yang digelari `kuncinya besi. Warnanya biro agak keunguan; jika dijentik
Handleini dinjamin asli terbuat dari kayu stigi. Nama Produk : Handle Deder Keris Kayu Stigi Pegangan Keris Pusaka Jenis Kayu : Stigi Ukuran Deder : +- 102,82,8 Cm Jumlah Handle Deder Keris Kayu Stigi Pegangan Keris Pusaka terbatas dan yang dikirimkan stok terakhir dan foto merupakan salah satu contoh Deder maka dari itu corak serat dari
Selanjutnya kualitas pembuatan keris terus merosot, bahkan di Surakarta pada dekade 1940-an tidak ada satu pun pandai keris yang bertahan. Kebangkitan seni kriya keris di Surakarta dimulai pada tahun 1970, dibidani oleh K.R.T. Hardjonagoro (Go Tik Swan) dan didukung oleh Sudiono Humardani, melalui perkumpulan Bawa Rasa Tosan Aji.
Sebagai salah satu produsen kerajinan batik di Tanah Air, Batik Keris selalu berinovasi untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.. Berkat upaya itu, eksistensi dari brand yang berdiri sejak 1946 di Surakarta (Solo), Jawa Tengah, tersebut mampu bertahan meski berada di tengah gempuran brand lain.. Tak sekadar
KerisPutran Kerajaan Paku Buwono Keris Pusaka cara membuat keris dari paku Jenis macam Pusaka klewer download gambar keris model warangka keris ciri keris panimbal pusaka kujang peninggalan prabu siliwangi keris luk 5 kepala naga keris pulpen manfaatnya keris terbagus kesaktian keris luk 15 pusaka semar mesem fungsi keris naga kembar ciri
Merekamenemukan teori ini,dan mempraktikkannya, sekitar 7 atau 8 abad sebelum teknologi pembuatan tripleks atau kayu lapis (plywood) ditemukan dan diproduksi orang Barat pada awal abad ke-16. Gambar timbul mengenai cara pembuatan keris, dapat disaksikan di Candi Sukuh, di lereng Gunung Lawu, di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada
KalungTaring Kayu Hitam adalah aksesoris kalung yang memiliki bandul bagaikan taring berwarna hitam akan tetapi sesungguhnya terbuat dari kayu yang indah, dan jika dipakai akan semakin menambah elegan, gaul dan funky gaya anda. Nama Produk : Kalung Taring Kayu Hitam Model : Aksesoris Kalung Estimasi Bahan : Kayu Ukuran : 50x8x8 Milimeter
hiA0. Proses pembuatan keris dan tosan aji lainnya sebenarnya tidak berbeda jauh dengan cara kerja para pandai besi dalam membuat cangkul, arit atau pisau dapur. Pertama, segala jenis bahan baku, peralatan dan sarana untuk pekerjaan itu harus disiapkan. Bahan baku, sarana dan peralatan itu antara lain adalah Besalen Tempat kerja, bengkel kerja atau work shop Peralatan kerja, berupa ububan dan paron atau besi landasan tempa, palu besar 5 kg, 3 kg dan 1,5 kg, palu kecil untuk empu, 3 buah capit sapit atau penjepit, semacam kakaktua bertangkai panjang, gergaji besi, pahat besi, paju dan berbagai macam bentuk dan ukiran kikir. Panjak atau tenaga pembantu, antara 2 ampai 3 orang. Pada zaman dahulu biasanya membutuhkan sekitar 5 orang. Arang kayu jati kualitas terbaik, sekitar 3 kuintal. Di Madura, digunakan arang kayu sejenis pohon yang tumbuh di pantai. Bahan baku keris yang berupa Besi tempat sekitar 12 kg untuk keris lurus sampai 18 kg untuk keris luk. Baja sekitar 600 gram Bahan pamor sekitar 350 gram atau nikel sekitar 125 gram. Bahan baku yang disebut di atas hanya cukup untuk membuat sebilah keris berukuran sedang. Untuk membuat keris Bali atau Sundang Filipina bahan baku yang disebutkan di atas belum cukup. Dalam membuat keris, semakin banyak luknya semakin banyak pula bahan baku yang harus disediakan. Pertama-tama yang dikerjakan adalah bahan besinya. Besi tempa itu harus dibersihkan dari segala macam kotoran termasuk kandungan arang atau membersihkan besi tempa ini di dalam dunia perkerisan di pulau Jawa disebut masuh atau mbesot. Besi tempa itu dipanaskan hingga merah membara lalu ditempa menggunakan palu besar berkali-kali. Dipanaskan lagi, ditempa lagi hingga berulang-ulang. Karena dipanaskan dan ditempa secara terus menerus, besi tempa akan semakain memanjang. Setelah besi menjadi panjang, besi tempa yang membara itu ditekuk sehingga membentuk huruf U. penempaan diteruskan pada sisi-sisi tekukan itu sehingga kedua sisi tekukan itu menempel satu sama lain. Begitu seterusnya, setelah memanjang ditekuk lagi, ditempa lagi, ditekuk lagi dan seterusnya. Selama penempaan kotoran arang besi senyawa karbon, silicon dan lain-lain, senyawa-senyawa yang tidak diperlukan dan kotoran lainnya akan memercik keluar sebagai bunga api. Dengan demikian, sedikit demi sedikit besi tempa itu akan semakin berkurang bobotnya. Besi tempa bahan keris yang semula berbobot sekitar 18 kg, setelah diwasuh atau dibesot akan menjadi hanya sekitar 7-9 kg. Besi yang demikian bisa dibilang bersih dan dalam dunia perkerisan bisanya disebut besi wasuhan atau besi besotan. Bila menginginkan keris yang besinya matang tempaan, masih bisa ditempa terus hingga bobotnya tinggal 5 kg. Besi yang telah diwasuh, sekali lagi ditekuk menjadi seperi huruf U. Selanjutnya, di sela-sela sisi yang membentuk huruf U itu diselipkan lempengan bahan pamor yang telah dipipihkan lebih dahulu dengan ketipisan sekitar 3 mm. Bahan pamor ini boleh berupa batu meteorit, bisa pula berupa nikel. Keduanya dipanaskan bersama-sama. Dalam keadaan sama-sama membara, kedua bahan itu ditempa bersama sehingga kepingan pamor akan terjepit erat di sela sisi besi tempa. Bahan besi yang kini sudah menjepit kepingan pamor itu ditempa terus sehingg a bentuknya memanjang lagi. Selanjutnya ditekuk lagi menjadi bentuk huruf U. Sesudah itu kedua sisi huruf U itu dihimpitkan lagi dengan cara menempanya, sehingga besi itu memanjang lagi. Demikian dilakukan berulang-ulang. Setiap kali menekuk berarti jumlah lapisan pada besi itu bertambah . Pada tekukan pertama, pamornya dua lapis. Tekukan kedua pamor dan besinya menjadi enam lapis. Begitu seterusnya. Pada zaman sekarang, keris yang tergolong berkualitas pada umumnya memiliki 64 lapisan pamor. Untuk kualitas yang cukup baik, lapisan pamor pada keris bisa sampai ratusan jumlahnya. Dan begitu pula untuk yang kualitas istimewa, lapisan atau tekukannya bisa mencapai ribuan. Yang harus diperhatikan dalam tahap pelapisan pamor ini adalah ketepatan suhu besi dan pamor yang harus cukup panas waktu ditempa. Karena jika kurang panas, daya lekat antara besi tempa dan bahan pamornya kurang kuat. Akibatnya, pada saat keris itu disepuh akan ada bagian lapisan pamor yang terlepas dari besinya. Bila hal tersebut terjadi, maka keris itu akan tergolong keris yang pegat waja atau pancal pamor, yang diyakini oleh sebagian orang sebagai keris yang buruk tuahnya dan penampilannya secara eksoteri menjadi cacat. Namun , jika pemanasan pamor berlebih, besi dan pamor akan luluh bersenyawa dan menyatu sehingga tidak membentuk lapisan melainkan suatu paduan alloy. Hal ini pun juga tidak dikehendaki, karena batas antara besi dan pamor menjadi tidak nyata lagi. Besi tempa yang telah berlapis dengan pamor disebut saton. Berat besi saton ini pun tinggal sekitar 4 kg, selama proses pembuatan saton, bobot besi dan bahan pamor menyusut karena proses penempaan. Setelah besi dan pamor diolah menjadi saton, tahap selanjutnya adalah memotong saton menjadi dua bagian sama panjang, kira-kira 18 cm. Kedua potongan saton tersebut lalu ditumpuk, dan ditengahnya disisipkan lempengan baja tipis. Tebal baja kira-kira 2 sampai 3 mm. Tumpukan saton-baja-saton tersebut kemudian diikat dengan suh yang bisa berupa kawat atau besi tempa yang sudah dibentuk panjang seperti kawat. Setelah itu, ikatan saton dan baja tersebut kemudian dipanaskan dan ditempa lagi supaya lapisan-lapaisan itu melekat satu sama lain. Setelah saton dan baja melekat erat satu sama lain, selanjutnya digergaji menjadi bentuk kodokan. Nama kodokan itu diberikan karena bentuknya memang agak menyerupai kodok katak. Kodokan inilah yang selanjutnya ditempa lagi menjadi calonan, yaitu kodokan yang sudah berbentuk seperti keris. Ketika masih berupa kodokan, besi saton masih termasuk luwes. Karena pada dasarnya kodokan masih bisa dibuat calonan tombak, wedung, pedang dan tosan aji lainnya. Tapi kalau sudah menjadi calonan, sudah sulit diubah lagi. Calonan keris sulit atau tidak dapat diubah menjadi tombak atau tosan aji lainnya. Tahap selanjutnya, adalah pembuatan calonan. Dalam pembuatan calonan tergantung dari keris apa yang akan dibuat, apakah keris lurus atau keris luk. Jika hendak membuat keris lurus, membuat calonan bisa langsung dimulai. Namun, jika yang akan dibuat adalah keris luk, proses pembuatan luk harus lebih dulu dilakukan. Sebelumnya, ujung calonan itu dipotong dulu sekitar 6 cm untuk bahan pembuatan ganja. Selanjutnya, cara pembuatan luk adalah dengan cara memanasi bagian yang hendak dibuat luk, baru setelah itu ditempa. Yang pertama dikerjakan adalah luk pertama yang terletak di dekat pangkal bilah. Setelah itu baru luk-luk di atasnya. Semakin lama semakin ke ujung. Setiap pembuatan luk, calonan harus dipanasi. Pada tahap ini, berat calonan itu kurang dari 1,5 kg. Setelah calonan keris sudah selesai, tahap selanjutnya adalah anggrabahi. Alat yang digunakan adakah sebuah kikir kasar. Tepi bilah calonan keris itu ditipiskan, sedangkan bagian tengah bilah dibiarkan agak tebal. Penipisan di sisi kiri dan kanan bilah harus seimbang. Agar sesuai benar dengan pola bentuk yang dikehendaki, biasanya calonan keris yang digrabahi itu ditaruh di atas sebuah blak, yakni pola pedoman bentuk yang terbuat dari guntingan seng. Blak yang digunakan untuk membantu pembuatan bentuk bilah keris adalah jenis blak lanang. Setelah tahap ini selesai, selanjutnya adalah pembuatan ricikan keris. Misalnya, membuat kembang kacangnya, membuat jalen-nya, sogokan-nya, kruwingan dan sebagainya. Dalam tahap ini, peralatan yang digunakan antara lain kikir halus, kikir segi tiga, kikir bulat, gerinda, pahat besi dan sebagainya. Proses selanjutnya adalah, pembuatan Ganja. Bahan pembuatan ganja diambil dari ujung calonan keris, kecuali bila hendak membuat pamor asihan. Pertama-tama hanya dibentuk dengan kasar, kemudian dibor sehingga lubang di tengah ganja pas dengan ukuran pesi keris. Sesudah dipasang, biasanya ganja itu dipantek atau dibuatkan pasak sehingga tidak mudah copot. Setelah terpasang bilahnya, barulah bentuk ganja itu dihaluskan dan disesuaikan dengan bentuk sor-soran kerisnya. Bila yang dibuat adalah ganja wulung bahannya dibuat dari besi wasuhan yang belum/tidak dicampur dengan bahan pamor. Setelah tahap ini selesai, bentuk kasar sebilah keris sudah nampak jelas. Tahap selanjutnya adalah silak waja, yaitu mengikir atau menggerinda permukaan bilah, terutama bagian tepinya agar pamornya keluar terlihat. Pada tahap ini, harus dilakukan dengan hati-hati, sebab jika pengikirannya berlebihan akan banyak pamor yang ikut terbuang. Sedangkan bila kurang, tidak seluruh pamor akan timbul. Selanjutnya, menentukan bentuk bagaimana yang akan dibuat untuk bagian tengah menggunakan ada-ada atau tidak, atau akan dibuat nggigir lembu, atau ngadal mateng. Pekerjaan ini pun diselesaikan dengan kikir. Tahap pengerjaan ini disebut ngeleseh. Selanjutnya adalah menghaluskan dengan cara menggososk permukaan bilah keris itu dengan batu asahan dan amplas besi yang halus. Cara menghaluskannya harus hati-hati jangan sampai bagian kecil ricikan keris rusak. Tahap terakhir dalam proses pembuatan keris adalah menyepuh, yaitu membuat nya menjadi tua, maksudnya adalah membuat keris itu menjadi lebih kuat, lebih terpelihara ketajamannya, tidak gampang aus dan tidak gampang majal. Caranya, keris dipanaskan lagi hingga membara, namun tidak sampai memijar. Setelah membara, keris itu segera dimasukkan ke dalam larutan sepuhan, lalu cepat-cepat diangkat lagi. Jika tidak cepat diangkat, kadang-kadang keris itu akan berubah bentuk menjadi berpilin muntir atau ngulet-Bahasa Jawa. Risiko lainnya,karena proses pendinginan yang mendadak itu bilah keris akan pecah benthet-Bahasa Jawa, sehingga menjadi keris yang Pemengkang Jagad. Kemungkinan buruk yang lainnya adalah lepasnya ikatan antara besi dan pamornya, sehingga keris itu menjadi Pegat Waja atau pamornya nglokop. Jika hal tersebut terjadi, artinya proses penyepuhan gagal dan sekaligus pembuatan keris itu gagal total. Keris yang gagal dalam penyepuhan praktis tidak dapat diperbaiki lagi. Jika proses penyepuhan berjalan baik, maka selesailah proses pembuatan keris itu. Untuk menampilkan keindahan pamor keris, keris dipercantik dengan cara mewarangi lalu mengolesi permukaan bilahnya dengan minyak keris.
Langkah Mudah Membuat Keris Asli Dari JanurIntroductionBahan-Bahan yang DiperlukanLangkah-Langkah Membuat Keris Asli dari Janur1. Persiapan janur dan besi tuang2. Potong janur3. Asah janur4. Potong besi tuang5. Pasang janur dengan besi tuang6. Runcingkan ujung keris7. Bakar keris8. Tambahkan pegangan9. Lengkapi hiasan pada keris10. Keris siap digunakanKesimpulanShare thisRelated posts Apakah kamu penasaran bagaimana proses pembuatan keris asli dari janur? Langkah-langkahnya sebenarnya cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Dengan sedikit kreativitas dan ketelatenan, kamu bisa memiliki keris asli yang indah dan memiliki nilai seni tinggi. Sebelum memulai proses pembuatan, kamu perlu menyiapkan beberapa bahan seperti janur kelapa, parutan kelapa, lem putih, sabun cuci piring, dan alat-alat seperti pisau dan gunting. Setelah itu, kamu bisa memotong janur kelapa sesuai dengan ukuran dan desain keris yang ingin kamu buat. Langkah selanjutnya adalah membentuk fisik keris dengan menggunakan parutan kelapa. Caranya cukup mudah, kamu hanya perlu membalut janur dengan parutan kelapa dan membentuknya sesuai dengan desain keris yang sudah kamu rencanakan sebelumnya. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada keris tersebut dengan menggunakan lem putih untuk mengikat berbagai bagian dari keris agar kuat dan tahan lama. Terakhir, bersihkan keris tersebut dengan sabun cuci piring dan kamu siap memiliki keris asli yang cantik dan unik dari janur kelapa. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, simak artikel ini sampai akhir dan mulai mencoba langkah mudah membuat keris asli dari janur kelapa dengan kreasi dan desainmu sendiri! āCara Membuat Keris Dari Janurā ~ bbaz Introduction Keris adalah senjata tradisional yang merupakan simbol budaya Indonesia. Tidak hanya sebagai senjata, tetapi keris juga memiliki nilai seni dan keindahan yang tinggi. Banyak cara untuk membuat keris asli, salah satunya adalah menggunakan janur. Langkah mudah membuat keris asli dari janur dapat diikuti oleh siapa saja yang ingin mencoba. Bahan-Bahan yang Diperlukan Sebelum memulai proses pembuatan keris, pastikan Anda telah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Berikut ini adalah bahan-bahan yang perlu disiapkan No Bahan Jumlah 1 Janur kelapa 2 helai 2 Besi tuang 1 batang 3 Minyak tanah Secukupnya 4 Pisau 1 5 Gergaji besi 1 6 Alat pengasah 1 7 Paku kecil Secukupnya 8 Palu 1 Langkah-Langkah Membuat Keris Asli dari Janur 1. Persiapan janur dan besi tuang Siapkan janur kelapa dengan memotongnya menjadi dua bagian. Kemudian, bersihkan bagian dalam dan luarnya sebelum memotong janur menjadi bentuk keris. Setelah itu, siapkan besi tuang dengan memotongnya menjadi ukuran yang diinginkan. 2. Potong janur Potong janur kelapa menjadi bentuk keris dengan menggunakan pisau. Pastikan potongan janur memiliki bentuk yang simetris dan runcing untuk menghasilkan keris yang bagus. 3. Asah janur Setelah potongan janur diperoleh, menggunakan alat pengasah untuk mengasah bagian tajam janur. Asah secara perlahan untuk menghasilkan tepi yang tajam. 4. Potong besi tuang Potong besi tuang menjadi ukuran yang diinginkan dengan gergaji besi. Pastikan potongan besi tuang memiliki bentuk yang serupa dengan bentuk janur. 5. Pasang janur dengan besi tuang Pasang potongan janur dengan potongan besi tuang menggunakan paku kecil. Pasangkan secara rapi sehingga janur dan besi tuang melekat dan membentuk keris. 6. Runcingkan ujung keris Runcingkan ujung keris menggunakan alat pengasah. Pastikan ujung keris terlihat tajam dan runcing. 7. Bakar keris Memanaskan keris dengan menyalakan api menggunakan minyak tanah. Bakar secara perlahan hingga keris terlihat membara dan permukaannya menghitam. 8. Tambahkan pegangan Tambahkan pegangan pada bagian tang keris. Pegangan dapat dibuat dari kayu atau bahan lainnya. Pasang dengan kuat sehingga keris tidak mudah lepas dari pegangan. 9. Lengkapi hiasan pada keris Lengkapi hiasan pada keris sesuai dengan selera Anda. Hiasan dapat berupa ukiran, batik, atau bahan lainnya yang menambah keindahan pada keris. 10. Keris siap digunakan Sudah selesai membuat keris asli dari janur. Keris siap digunakan sebagai senjata atau sebagai koleksi seni. Kesimpulan Membuat keris asli dari janur membutuhkan sedikit keterampilan dan ketekunan. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat membuat keris asli yang unik dan indah. Selamat mencoba! Terima kasih telah mengunjungi blog kami dan membaca artikel tentang langkah mudah membuat keris asli dari janur. Semoga informasi yang kami berikan dapat bermanfaat bagi Anda. Membuat keris asli dari janur memang terlihat sulit, namun dengan mengikuti langkah-langkah yang kami sajikan, Anda dapat mencoba membuat keris asli sendiri di rumah. Prosesnya memang memerlukan kesabaran dan ketelitian yang tinggi, tetapi hasil akhirnya pasti akan memuaskan. Jangan ragu untuk mencoba membuat keris asli dari janur ini. Selamat mencoba dan semoga berhasil! Jangan lupa untuk selalu mengunjungi blog kami untuk mendapatkan informasi menarik lainnya. Beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan tentang langkah mudah membuat keris asli dari janur dan jawabannya antara lain Apa itu keris dan apa kegunaannya? Keris adalah senjata tradisional khas Indonesia berbentuk pisau yang biasanya memiliki motif dan lukisan pada bilahnya. Selain sebagai senjata, keris juga memiliki nilai estetika dan simbolis dalam budaya Indonesia. Bagaimana cara membuat keris asli dari janur? Langkah-langkah mudah membuat keris asli dari janur antara lain Mempersiapkan janur yang sudah kering dan keras. Melukis motif keris pada janur dengan pensil atau spidol. Menggunakan pisau atau gunting untuk memotong janur sesuai dengan pola yang telah dilukis. Menyambung beberapa potongan janur untuk membentuk bilah keris. Mengasah ujung bilah keris agar tajam. Menambahkan hiasan seperti perhiasan dan ukiran pada gagang keris. Apakah janur yang digunakan harus dari jenis tertentu? Iya, janur yang digunakan untuk membuat keris biasanya berasal dari daun kelapa atau aren yang telah dikeringkan dan diawetkan terlebih dahulu. Bisakah keris asli dari janur digunakan sebagai senjata? Sebaiknya tidak. Meskipun bentuknya mirip dengan keris asli, keris dari janur biasanya tidak memiliki kekuatan dan ketajaman yang cukup untuk digunakan sebagai senjata.
- Keris menjadi senjata yang sangat populer di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Diperkirakan keris sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak abad ke-9. Terbukti dari beberapa kisah tradisional, seperti Ken Arok dan Ken Dedes. Senjata keris milik Indonesia resmi diakui UNESCO, sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi. Keris tidak hanya dipakai sebagai senjata, namun juga dipercaya memiliki kekuatan keris Kerajinan tangan yang terinspirasi dari kebudayaan lokal nonbenda yang memiliki bagian mata, hulu, dan sarung, yaitu keris. Senjata keris memang termasuk dalam kerajinan tangan dan di dalamnya terkandung nilai-nilai kebudayaan dan tradisional. Menurut Fatkurrohman dan Rifchatullaili dalam jurnal Keris dalam Tradisi Santri dan Abangan 2018, keris berasal dari bahasa Jawa Kuno, yang merujuk pada kata krisā dalam bahasa Sanskerta, artinya menghunus. Keris juga sering diartikan sebagai senjata perang jarak pendek. Senjata tradisional ini sering digunakan di kawasan Pulau Jawa, Sunda, hingga Sumatera. Baca juga Keunikan Keris Khas Bali Desa Aeng Tong-Tong merupakan kampung perajin keris di membuat keris Mengutip dari buku Keris dalam Perspektif Keilmuan 2011 oleh Waluyo Wijayatno dan Unggul Sudrajat, keris dibuat dari bahan dasar besi, baja, serta bahan pamor. Untuk bahan pamor dibedakan menjadi empat jenis, yakni Batu meteorit atau batu bintang yang mengandung titanium. Nikel. Senyawa besi yang dijadikan bahan pokok, biasanya disebut pamor Luwu. Senyawa besi dari daerah lain, yang saat dicampurkan akan menghadirkan nuansa warna serta penampilan yang berbeda. Keris dibuat dengan cara ditempa berulang-ulang kali, lalu dibuat berlapis-lapis. Pada zaman sekarang, keris paling sedikit dibuat dari 64 lapisan berbahan besi dan pamor. Agar bisa membuat keris berkualitas sederhana, setidaknya dibutuhkan lapisan sebanyak 128 buah. Sedangkan untuk menciptakan keris berkualitas baik, haruslah dibuat lebih dari dua ribu lapisan. Untuk bisa mendapat ketajaman keris yang baik, pada bagian tengahnya harus disisipkan lapisan baja. Setelah itu keris akan terus ditempa dan diberi lapisan, supaya lebih kuat. Baca juga Keunikan Keris Tumbuk Lada, Senjata Khas Jambi